You are here: Home Abstrak Gagasan Etika Mistik dalam Dawa`Ul Qulb

Gagasan Etika Mistik dalam Dawa`Ul Qulb

Gagasan Etika Mistik dalam Dawa`Ul Qulb


Iskandar


Abstrak

Objek studi adalah kitab dawa` al qulb dengan menggunakan pendekatan studi kasus (case study). Dalam melakukan observasi dan analisa data penulis menggunakan kaedah content analysit sebagai landasan studi guna menemukan model etika mistik dalam kitab tersebut. Etika mistik, meskipun masih diperdebatkan  secara internal masyarakat Islam, namun tetap masih mendapatkan atensi yang signifikan dari sejumlah mistikus terkemuka. Dalam konteks Aceh, kitab dawa` al qulb yang telah dikenal luas di kalangan masyarakat merupakan referensi etika mistik bagi santri pemula di dayah. Studi ini merupakan hasil penelitian yang mengkombinasikan data literatur dengan temuan lapangan guna menjawab bagaimana gagasan etika mistik dalam kitab dawa` al qulb yang merupakan salah satu kitab yang turut dihimpun dalam kitab lapan. Gagasan etika mistik sebagai bahagian dari etika religiuos mempunyai tiga objek utama. Pertama, melihat bagaimana gagasan etika mistik dirumuskan. Kedua, menemukan model komunikasi mistik yang digunakan penulis dawa` al qulb dalam mengembangkan kesadaran mistik dan ketiga menemukan afiliasi mistik dengan karakteristik mistik tertentu. Ada dua argumen mengapa topik di atas menjadi objek studi. Pertama, di Aceh, sejumlah penulis melaporkan tentang kegiatan mistik pengikut salik buta yang mengabaikan etika mitik serta masih menimbulkan debat mistik hingga hari. Kedua, etika komunikasi yang didiskusikan di kalangan akademisi masih kurang menghadirkan pendekatan mistik. Studi ini menggunakan tiori religios ethical teori ethical relation guna memahami gambaran dan menjelaskan tentang format maupun struktur etika mistik dan dalam dawa` al qulb yang masih digunakan para santri tradisional sebagai rujukan etika dalam komunikasi mistik. Etika mistik dalam dawa` al qulb membingkai serangkaian doktrin mistik tentang etika bagi para ilmuwan, etika para pelajar, tatacara mejauhi perilaku negatif secara lahir dan batin, etika mengkonsumsi makanan, etika berkomunikasi yang efektif, implikasi sifat pemarah, dengki, kecenderungan kepada materialisme, kecenderungan kepada popularitas, pengabaian aspek eskatologis, takabur, `ujub, riya, kepatuhan spiritual, taubat, khauf, zuhud, sabar, syukur, iklash, tawakal, cinta Allah, redha dan zikruk maut. Dalam perspektif penulis, seluruh doktrin tersebut akan dapat berkontribusi dalam memperkuat usaha meningkatkan kesadaran mistik masyarakat modern hari ini.

 



You are here: Home Abstrak Gagasan Etika Mistik dalam Dawa`Ul Qulb