You are here: Home Abstrak Jihad dalam Tasawuf; Suatu Bentuk Kearifan Lokal dalam Manuskrip Aceh

Jihad dalam Tasawuf; Suatu Bentuk Kearifan Lokal dalam Manuskrip Aceh

Jihad dalam Tasawuf; Suatu Bentuk Kearifan Lokal dalam Manuskrip Aceh


Fakhriati


Abstrak

Jihad adalah salah satu bentuk perjuangan yang dilaksanakan ummat Islam dalam membela agama dan Negara, baik secara lahir maupun batin, yaitu terkait dengan pembelaan diri dari hawa nafsu. Jihad ini biasanya menjadi topik pembahasan dalam ilmu fiqh. Namun demikian, dalam tasawuf ternyata ajaran jihad juga memiliki makna tersendiri. Dari satu sisi, jihad dapat bermakna sebuah perjuangan secara vertical dalam mencapai level yang paling tinggi untuk dapat berjumpa Tuhan (makrifatullah). Dari sisi yang lain, jihad dalam makna horizontal, yaitu perjuangan antar manusia dalam membela agama dan negara.  Dalam manuskrip aceh, hal yang berkaitan dengan jihad yang dikaitkan dengan ajaran tasawuf banyak ditemukan. Artikel ini menguraikan dan menganalisis isi manuskrip tasawuf yang ditulis oleh Teungku Khatib Langgien (w. abad 19M) yang berjudul DiaĂșl Wara, manuskrip Teungku Muhammad Ali Pulo Pueb (w. abad 18M) SIrajuddin, dan manuskrip Abdurrauf al-Fansuri (w. abad 17M) Tanbih al-Masyi.  Perbandingan dengan berbagai teks tasawuf lainnya yang ada di Aceh dan Nusantara secara umum akan dilakukan untuk mendapatkan hasil maksimal dalam mencermati kearifan local yang terdapat dalam manuskrip Aceh. Karena itu, pertanyaan utama yang perlu dijawab dalam artikel ini adalah: Bagaimana bentuk kearifan lokal tentang pengajaran jihad dalam tasawuf?

You are here: Home Abstrak Jihad dalam Tasawuf; Suatu Bentuk Kearifan Lokal dalam Manuskrip Aceh