You are here: Home Abstrak Perbedaan Proporsi Gangguan Mental Pada Remaja Yang Tinggal di Panti Asuhan dan Tinggal Dengan Kawom Pasca Tsunami

Perbedaan Proporsi Gangguan Mental Pada Remaja Yang Tinggal di Panti Asuhan dan Tinggal Dengan Kawom Pasca Tsunami

Perbedaan Proporsi Gangguan Mental Pada Remaja Yang Tinggal di Panti Asuhan dan Tinggal Dengan Kawom Pasca Tsunami


Suzanna Octiva


Abstrak

Masalah kesehatan mental merupakan salah satu hal yang sangat penting di Aceh.  Tragedi tsunami tahun 2004 membawa dampak yang sangat besar terhadap kesejahteraan psikologis terhadap masyarakat Aceh. Bencana tersebut mengakibatkan 170.000 orang tewas, 30.000 orang hilang, 8500 orang terluka  dan  kehilangan tempat tinggal.  
Pada kondisi yang demikian, banyak anak yang kehilangan orang tua sehingga berpengaruh terhadap kelengkapan pengasuhan. Yang lebih mengkhawatirkan jika mereka sedang dalam periode usia remaja. Remaja merupakan suatu periode usia seseorang individu mulai berintegrasi dengan masyarakat dewasa. Masa ini ditandai dengan perubahan perkembangan biologis, psikologis dan sosial yang menonjol sehingga dapat menimbulkan berbagai gejolak perubahan. Untuk menjalani masa-masa itu seorang
remaja membutuhkan peran dari orang tua.
Pasca tsunami banyak pendirian panti asuhan diberbagai tempat di Aceh. Hal ini sebagai salah satu cara untuk penyediaan pengasuhan. Selain pengasuhan di panti asuhan, ada bentuk alternatif lain yaitu pengasuhan yang dilakukan oleh keluarga. Di Aceh dikenal dengan istilah pengasuhan berbasis kawom. Kawom adalah keluarga besar anak, baik dari pihak bapak beserta seluruh saudaranya maupun pihak ibu dengan keseluruhan saudaranya. Bila seorang anak kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya maka kawom inilah yang bertanggung jawab terhadap pengasuhan anak tersebut.
Pada penelitian ini, peneliti ingin mengetahui pengaruh kedua bentuk pengasuhan ini terhadap timbulnya gangguan mental. Penelitian ini adalah studi komparatif dengan desain cross sectional analitic. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah M.I.N.I KID Screen sedangkan faktor-faktor yang berhubungan dengan timbulnya gangguan mental diukur dengan menggunakan kuesioner yang diisi oleh anak. Analisis data dengan menggunakan analisis bivariat dan multivariat.
Hasil penelitian menunjukkan gangguan mental pada kelompok responden yang tinggal di panti asuhan adalah 52,7% sedangkan gangguan mental pada kelompok responden yang tinggal dengan kawom adalah 44,6%. Perbedaan proporsi antara keduanya adalah 8,1%. Hubungan antara tempat tinggal dengan gangguan mental tidak bermakna secara statistik. Analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel status dan umur memiliki hubungan yang bermakna secara statistik pada kelompok responden yang tinggal dengan kawom.

Kata kunci : panti asuhan, pengasuhan berbasis kawom, gangguan mental

You are here: Home Abstrak Perbedaan Proporsi Gangguan Mental Pada Remaja Yang Tinggal di Panti Asuhan dan Tinggal Dengan Kawom Pasca Tsunami